Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, MI Raden Fatah Kedungbogo menambahkan materi pelajaran baru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk siswa kelas IV, V, dan VI. Program ini mulai diterapkan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan dasar di bidang teknologi sejak dini.
Materi TIK dirancang secara bertahap dan aplikatif, meliputi pengenalan perangkat komputer, penggunaan aplikasi dasar, etika berinternet, serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar. Pembelajaran dilakukan secara praktik dan terarah agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat dengan benar dan bertanggung jawab.
Para guru menyambut baik penambahan materi ini karena dinilai dapat meningkatkan minat belajar dan keterampilan siswa. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, siswa terlihat lebih antusias dan aktif saat mengikuti kegiatan TIK. Madrasah juga menyiapkan sarana pendukung agar proses pembelajaran berjalan efektif dan aman.
Kepala madrasah, Moh Tohir, SE, M.Pd, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan visi dan misi madrasah dalam mencetak generasi yang berilmu, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital. Penambahan materi TIK diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya serta menggunakan teknologi secara positif dan produktif.
Sebagai bagian dari penguatan materi, pembelajaran TIK juga difokuskan untuk melatih peserta didik menghadapi ujian berbasis online. Siswa diperkenalkan dengan sistem ujian digital, cara login, mengerjakan soal melalui perangkat, serta teknik mengirim jawaban dengan benar. Simulasi dilakukan secara berkala agar siswa terbiasa dengan alur ujian online.
Guru memberikan latihan berupa try out berbasis komputer dengan batasan waktu seperti kondisi ujian sebenarnya. Melalui latihan ini, siswa dilatih mengatur waktu, membaca soal di layar, serta memastikan setiap jawaban tersimpan dengan baik sebelum dikirim. Pendampingan intensif diberikan terutama bagi siswa yang masih baru menggunakan perangkat digital.
Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman tentang etika dan kemandirian saat mengikuti ujian online, seperti kejujuran, tidak membuka aplikasi lain, serta menjaga fokus selama ujian berlangsung. Dengan pembiasaan ini, madrasah berharap peserta didik lebih siap, percaya diri, dan mampu mengikuti pelaksanaan ujian online secara tertib dan lancar.